Rumput Liarku

Laksana rumput liar,

Tumbuh dimana saja dan berakar kuat

Menjalar menjadi banyak menyela-nyela tanah

Bergerilya menjalar cepat dan sangat kuat

Tanpa air hujan, ia tumbuh

Tanpa mentari ia kukuh

Tanpa angin sejuk ia tetap bergemuruh

Bernyayi menari dan tertawa bersama dengan riuh

Kenapa kamu tak bisa sepertinya

Kenapa kamu tak bisa sepertinya

Bukankah kuat itu tak harus selalu berotot

Bukankah kuat itu tak juga harus bersuara ngotot

Lemah itu bukan dirinya

Air mata juga bukan cirinya

Karena tanpa hujan, tanpa mentari tanpa apapun dia tetap bersuka cita

Bahkan tanpa pupuk pun ia menjadi gemuk

Diinjak-injak… Disabit-sabit

Ia tak menangis

Ia juga tak pesimis

Ia malah semakin kuat tanpa meringis…

Hey… Perawan tanpa mahkota

Ayo ambil rumput liarmu

Ayo simpan di gelas kaca

Agar jadi cermin dirimu

Agar bisa menertawakanmu jika kamu berurai air mata

dewi triana bandung

Dewi Triana

Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan

*sedang menempuh program Doctoral

CINTA KEINDAHAN

Ketika berjalan-jalan di sebuah taman yang indah, dipenuhi dengan bunga-bunga bermekaran warna warni, dengan daun hijau yang rindang disertai dengan angin sepoi yang sejuk, awan yang yang seakan menaungi keteduhan bahkan sampai masuk meneduhi hati. Terlihat sepasang kakek nenek yang berjalan di depan pandangan dengan bepegangan tangan sambal bercnda bersenda gurau. Entah apa yang mereka perbincangkan. Hati ini terbawa bahagia melihat pemandangan indah di depan mata.

Sebuah keindahan yang hanya hati yang bisa menilai. Terlepas dari segala apa yang menjadi pengiring proses bagaimana sepasang kakek nenek tersebut menjadi bahagia dan saling menerima. Inilah hidup, inilah syurga. Dalam hatiku aku berkata. Alhamdulillah…

Kodrat manusia dilahirkan dengan cinta kasih, karena cinta kasih itu sangatlah indah. Semua hati manusia pastinya akan mengatakan hal yang sama bahwa cinta kasih itu adalah indah. Dan keindahan adalah hati yang bisa menilai. Sudah menjadi kodrat manusia bahwa manusia sangat menyukai dengan keindahan.

Allah telah mengajarkan tentang keindahan kepada manusia karena Allah sangat menyukai keindahan. Sesuai dengan sebuah hadist dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُوْنَ ثَوْبُهُ حَسَناً وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قاَلَ: إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Yang artinya :

“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji debu. Ada seorang yang bertanya, “Sesungguhnya setiap orang suka (memakai) baju yang indah, dan alas kaki yang bagus, (apakah ini termasuk sombong?). Rasulullâh bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”.

Sudah menjadi kodrati semua manusia di muka bumi ini, bahwa pada dasarnya manusia itu baik, karena dalam diri manusia sebenarnya tersimpan potensi kebaikan, kebenaran dan keindahan. Walau apa yang ditampakkan dalam Performa manusia adalah perilaku yang di luar norma yang tergambar melalui perilaku yang jelek terhadap alam dan sesamanya. Akan tetapi jauh di dalam diri manusia sebetulnya tersimpan potensi-potensi untuk berbuat baik dan cinta kasih.

Sesuai dengan ajaran Konfusianisme, dimana Mencius atau Meng Zi menyebutkan bahwa watak manusia sebetulnya tergambar dalam 5 karakter sejati. Dimana karakter ini merupakan potensi besar untuk bisa dilakukan manusia. Watak atau karakter yang disebutkan oleh Mencius ini dikenal dengan istilah Ren, Yi, Li, Ti, dan Xin.

  • Ren adalah Cinta kasih dan sayang. Dimana semua manusia memiliki potensi untuk mencintai, mengasihi alam dan sesamanya. Manusia akan selalu mengedepankan rasa ini kepada sesamanya. Walaupun pada Performanya kadar cinta kasih yang dimiliki manusia itu berbeda antara satu manusia dengan manusia yang lainnya. akan tetapi cinta kasih ini menjadi bagian penting dalam hidup manusia. Sehingga manusiawi jika manusia itu selalu mencari sosok pasangan untuk dicintainya, untuk dikasihinya, ingin menolong sesamanya, dalam kondisi apapun. Karena manusia memiliki potensi besar untuk megapresiasikan cinta kasih dalam dirinya.
  • Yi adalah kebenaran. Manusia pada dasarnya ingin selalu berbuat benar dan ingin dikatakan telah berbuat benar. Walaupun pada kenyataannya banyak perbuatan manusia yang jauh dari benar menurut standar hukum dan norma yang dianut dalam kehidupan. Akan tetapi jauh dalam diri manusia, sebetulnya manusia sangat mencinta kebenaran. Bahkan jika ia berbuat salah pun, ia ingin mencari pembenaran akan kesalahan yang telah dilakukannya. Karena manusia sangat cinta kebenaran. Karena kebenaran itu adalah indah bagi manusia.
  • Li adalah kesusilaan.  Manusia sangat mencintai kesusilaan, sehingga manusia sebetulnya sangat tidak menyukai ketidaksopanan, ketidakbermoralan. Karena dalam diri manusia sesungguhnya menyimpan karakter susila. Artinya sangat cinta terhadap sopan, santun, ramah tamah dan penekanan moral. Potensi manusia sebetulnya sangat besar untuk menunjukan sikap kesusilaan. Walaupun pada kenyataannya, karena pengaruh faktor alam dan lingkungan, potensi kesusilaan ini tidak muncul pada diri manusia.
  • Ti adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan merupakan lanjutan dari kebenaran. Seseorang yang bijak itu tingkatannya akan jauh lebih tinggi dari seseorang yang benar. Manusia sangat cinta kebijaksanaan, dalam dirinya tersimpan potensi kebijaksanaan untuk menyikapi hidup ini. Sehingga manusia terkadang tidak nyaman jika melihat situasi yang tidak adanya kebijaksanaan disitu. Sebagai contoh, terkadang kita sebagai manusia tidak menyukai terhadap orang yang mengedepankan gaya hidup dimana kondisi keuangannya tidak bagus, terkesan memaksakan atau berutang dimana-mana. Karena artinya orang tersebut tidak bijaksana terhadap diri dan kondisinya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa manusia sebetulnya sangat cinta kebijaksanaan.
  • Xin adalah dapat dipercaya. Watak sejati manusia sebetulnya adalah dapat dipercaya. Semua orang sangat menyukai teman atau pasangannya yang dapat dipercaya. Karena amanah timbul disitu. Semua orang semua manusia memiliki potensi untuk memiliki watak dapat dipercaya. Sebuah keindahan akan dirasakan oleh manusia dalam hidupnya jika watak Xin ini melekat pada diri semua manusia.

Dari kelima ajaran Wang dari Mencius diatas, menggambarkan bahwa manusia sebetulnya sangat menyukai keindahan yang muncul pada potensi karakter Ren, Yi, Li, Ti dan Xin diatas. Manusia akan mencapai taraf kesempurnaan dirinya jika semua potensi karakter baik itu dapat diwujudkan. Semuanya akan tergambar menjadi sebuah cinta kasih dalam kehidupan.

Kasih manusia terhadap alam dan sesama merupakan keindahan. Dan keindahan akan tercapai jika potensi-potensi karater baik manusia muncul  dan dimanifestasikan dalam kehidupannya. Keindahan bukan hanya tercermin dari tampilan fisik semata, akan tetapi dari Performa dan tingkah laku manusia. Jauh lebih indah lagi jika keindahan itu dipadupadankan antara tampilan fisik dan karakter. Semoga kita semua bisa menjadi manusia seutuhnya dan mengusung cinta keindahan.

dewi triana bandung

Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan
*sedang menempuh program Doctoral

HANYA ANGKA NOL

Seberapa kamu merasakan bahwa hidup ini sangatlah bermakna??? Dan seberapa kamu merasakan bahwa hidup ini sangatlah sulit ???

Pertanyaan diatas yang mendasari bahwa apa sebetulnya hidup itu. Kadang pernah terbersit dalam lintas pikiran bahwa untuk apa sebenarnya Tuhan menciptakan kita di dunia ???

Dihidupkan, lalu dimatikan dan lalu dihidupkan kembali untuk selama2nya dalam negeri keabadian.

Terkadang jika memang itu adalah maunya Tuhan untuk menciptakan manusia di bumi, lalu dihidupkan dengan diberikan berbagai kenikmatan dunia, kesedihan rasa, dan tujuan syurga atau neraka. Lalu kenapa masih dipikirkan akan eksistensitas manusia di bumi. Tuhan sudah menganugerahkan segala-galanya untuk manusia. Kebutuhan raganya, kebutuhan jiwanya serta rasa yang menyertai kualitas hidup manusia. Tuhan sudah menganugerahkan segala-galanya untuk manusia. Manusia dimanjakan Tuhan, diberi, diurus dan dilindungi olehNya. Lantas mengapa masih punya rasa sedih, khawatir dan putus asa memikirkan esok akan bagaimana dan tujuan kita mau kemana.

Albert Camus mengatakan bahwa hidup itu adalah sebuah absurdisme. Sebuah ketidakbermaknaan  yang dialami banyak manusia. Dimana setiap hari manusia melakukan sebuah rutinitas aktivitas yang intinya untuk mencapai apa, terkadang manusia pun tidak tau ia melakukan ini dan itu tujuannya untuk apa. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, yang setiap harinya manusia merasakan hal yang relatif sama. Sekarang bahagia, besok sedih, besok nya lagi bahagia lagi dan begitu seterusnya.

Manusia setiap hari bekerja, mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mengumpulkan harta benda untuk menjadi kepemilikannya. Padahal ia tidak tau, harta benda itu nantinya untuk apa. Sistem hidup manusia yang terus bergulir begitu-begitu saja sehingga terkadang menyebabkan manusia berpikir apa maksa dibalik hidup ini. Munculah sebuah esensi ketidak bermaknaan yang dialami manusia. Inilah yang disebut Albert camus sebagai absurdisme.

Sama halnya dengan apa yang saya rasakan saat ini. Dulu saya ingin sekali menjadi seorang kaya raya, memiliki harta berlimpah, memiliki keluarga yang sejahtera, memiliki anak-nak yang cerdas. Akan tetapi setelah dirasa dan dipikirkan secara mendalam, keinginan-keinginan itu sebetulnya untuk apa???. Terjadi perang dalam diri ini memikirkan itu semua. Apa sebetulnya yang saya inginkan yang betul-betul hakiki??? jawabannya adalah tidak tau. Saya mengalami absudrism dalam hidup ini.

Apakah mungkin ada pembaca disini yang pernah merasakan hal yang sama ???

Jadi sebetulnya hidup itu adalah sebuah angka nol saja.

Apapun yang dicita-citakan, yang diimpikan manusia, sebetulnya untuk apa ? manusia terbatas oleh ruang dan waktu yang hanya bisa merasakan bahagia senang itu dengan acuan standar dirinya bukan standar orang lain atau kebanyakan. Kebahagiaan anda, belum tentu merupakan kebahagiaan saya.

Dan pertanyaannya, setelah bahagia lalu anda mau apa ??? pernahkan dipikirkan tindakan-tindakan selanjutnya setelah anda mencapai bahagia, lalu anda mau apa???

Kenyataanya adalah sebuah angka nol saja.

Sehingga yang patut disadari adalah bukan hasil yang menjadi tujuan manusia. Akan tetapi proses yang dijalani lah yang sebetulnya disanalah merupakan makna hidup.

Pernah dengar dongengnya Sisypus dalam Mitologi Yunani ???

Ia adalah sorang raja yang dikutuk oleh dewa untuk menggelindingkan batu ke puncak bukit selama hidupnya. Dia terus dengan semangat mendorong batu tersebut ke atas bukit dengan sekuat tenaga. Dan setelah batu itu terdorong ke atas puncak bukit, batu itu menggelinding kembali ke bawah. Lalu Sisypus mendorong lagi ketas, lalu jatuh lagi, dorong lagi jatuh lagi dan seterusnya. Akan tetapi Sisypus tidak sedih dan kecewa ketika batunya menggelinding ke bawah lagi, ia malah dengan senang hati mendorongnya sampai ke puncak lagi.

Sumber :
https://www.kompasiana.com/yogaps/551149cf8133118a42bc619c/sisyphus?page=all

Pertanyaannya, kenapa Sisypus tidak sedih, kecewa atau bahkan mengeluh dengan hukumannya ???

Ternyata yang Sisypus jadikan tujuan adalah bukan hasilnya batu itu berada di puncak, tapi tujuannya adalah ia merasa gembira dengan proses mendorong batunya. Ia sangat suka cita melakukan pekerjaannya mendorong batu. Itulah makna hidup yang dirasakan oleh Sisypus. Bukan hasilnya tapi proses ketika menjalaninya.

Begitu pun dengan hidup kita, ketika tujuan kita adalah ending atau akhir. Selama nya kita tidak akan mersakan hidup. Tetapi jika kita menyelami proses hidup, itulah hidup yang sebenar-benarnya.

Hidup itu absurd. Tidak jelas… maka dari itu, untuk mengambil makna dari ketidakjelasan hidup yang kita rasakan, nikmatilah prosesnya sedalam mungkin, sebahagia mungkin. Lakukan proses hidup dengan suka cita. Agar kita dapat menikmati hidup senikmat-nikmatnya.

Jangan pernah menunggu esok untuk mendapatkan Syurga. Buatkan Syurgamu sekarang juga. Jadikanlah hidupmu seperti syurga. Agar kita selalu bahagia…

aS WelL a SpeNT DaY bRingS HAPPY SLEEP, So aLiFe WelL SpeNT BringS HAPPY DEATH

Sebagai mana jika hari yang indah akan membuat tidur yang bahagia, maka hidup yang indah akan membuat kematian yang bahagia…

dewi triana bandung

Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan

*sedang menempuh program Doctoral


*sedang menempuh program Doctoral

Perempuan Sementara

Engkau adalah perempuan sementara , dimana pun berada engkau tetap perempuan sementara. Kenapa sementara ??? Karena engkau didunia ini hanya sementara…

Lahir ke dunia dalam tempo yang sementara, Menemani orang tua hanya sementara , Menemani saudara-saudara hanya sementara , Menemani pasangan hanya sementara, Bahkan menemani anak-anak pun hanya sementara, Tak ada yang pernah abadi dengan dunia ini…

Lantas kenapa masih marah jika dikatakan engkau perempuan sementara ???

Janganlah pernah berbangga hati dengan kata “Milik”. Tak pernah ada milik di dunia ini. Yang ada hanyalah rezeki. Dan rezeki itu hanya sementara, hanya berlaku di dunia…

Rezekimu memang mungkin lebih banyak dari orang-orang kebanyakan. Akan tetapi itu hanya sementara. Bahkan keberadaanmu pun hanya sementara. Tak ada yang abadi di dunia ini. Semuanya akan hilang pada waktunya…

Kenapa mesti takut kehilangan???

Padahal dirimu sendiri adalah perempuan sementara. Yang bisa hilang atau bahkan kehilangan . Milikmu hanya sementara. Bukan seutuhnya menjadi bagian dirimu . Jangankan orang-orang… Bahkan ragamu sendiri pun adalah sementara…

Kita adalah perempuan sementara. Sementara saja di dunia. Jangan pernah menangis karena kehilangan. Karena kehilangan adalah bagian hidup terindah untuk mendapat ganti yang lebih baik…

Wahai perempuan sementara… simpanlah air matamu untuk sesuatu yang bukan sementara. Akhiratmu… itulah yang tidak sementara

Perbaikilah dirimu wahai perempuan sementara. Karena perempuan sementara tidak akan lagi menjadi sementara dihadapan Tuhan…

dewi triana bandung

Dewi Triana
Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan
*sedang menempuh program Doctoral


*sedang menempuh program Doctoral

Perawan Tanpa Mahkota

Dia dihujani dengan tangkai mawar berujung tajam
Dia dihujani serpihan gelas kaca yang remuk bak menghantam
Dia memegang luka jantung hati yang dibawa pergi
Dia menangis tanpa air mata yang ditahan hati

Jiwa yang tak pernah disentuh sembarang rasa
Jiwa yang tak pernah disentil luka
Namun kini ia harus merasa
Karena saatnya baginya telah tiba

Terduduk dalam pangku tanpa asa
Terdiam diatas serpihan kaca hati yang menyayat
Tak pantas untuknya meratap masa
Karena ia tau, pada akhirnya ini adalah kodrat

Mawar menyelinap berwarna hitam
Memudar wajah sang perawan
Mahkotanya hilang bak tak terpendam
Memulai masa tanpa asa tanpa harapan

Hanya secuil buih permata yang menatap
Intan berlian yang menduduki hati
Tak pantas untuknya meratap
Karna sang perawan tidaklah mati

Walau mahkota telah dibawa pergi
Walau tahta tak lagi berarti
Tapi hati tetaplah hati
Sang perawan akan tetap berjalan sampai ke tepi

dewi triana bandung

Dewi Triana
Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan
*sedang menempuh program Doctoral


The Blessing of Crash landing from Allah SWT (Sebuah pendaratan yang membawa berkah Allah SWT)

Semua manusia pernah mengalami permasalahan dalam hidupnya. dan pemasalahan yang dihadapai itu berbagai macam ragam variannya yang berbeda antara satu manusia dengan manusia lainnya. Permasalahan yang dimaksud kita dapat meneyebutnya dengan istilah ujian.

Terkadang manusia memandang sebuah ujian dengan duka cita atau juga suka cita. Mengapa demikian? Karena paradigma manusia terhadap ujian itu tergantung pola pikirnya sendiri. Ada yang memandang ujian itu sebagai masalah yang berat dan menjadi penghalang bagi peningkatan kebaikan hidupnya, tetapi ada pula yang memandang ujian itu sebagai berkah untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Dan disini, saya ingin mengajak teman-teman pembaca semua untuk sedikit menggeser pola berpikir kita dalam memandang sebuah ujian. Dari praduga yang memandang ujian itu sebagai masalah menjadi ujian itu sebagai berkah. Maka dari itu, saya akan mengangkat tema tulisan saya kali ini dengan judul “The Blessing of Crash Landing” sebuah pendaratan dari perjalanan ujian panjang dengan penuh berkah Allah SWT.

Terkadang kita mendapati ujian yang membuat hidup dan perasaan kita tidak enak, ditimpa sakit yang luar biasa, fisik ataupun bathin, perasaan tertekan, kecewa, luka yang terus menganga dalam dada, sesak yang tiada terkira atas semua hal yang menimpa. Perasaan semacam itu sangat manusiawi, karena pada dasarnya kita adalah manusia biasa. Akan tetapi sebagai manusia biasa, disitulah kita wajib terus belajar menjadi manusia-manusia yang lebih dari biasa, menjadi manusia yang luar biasa.

Pada hakekatnya, ujian itu merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada para hamba-Nya. Menimpakan kesusahan, ketakutan, kekurangan harta, krisis ekonomi, hingga kelaparan sekalipun merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Ibaratnya besi harus diterpa dengan pukulan dan dibakar api untuk membentuknya menjadi material yang indah. Begitu pulalah cara Allah menjadikan hamba-Nya sebagai pribadi yang kuat.

Dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 156, disebutkan bahwa :

“Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, krisis pangan sampai kematian, dan berikanlah kabar gembira ini kepada orang-orang sabar, yaitu orang-orang yang ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘inna lillahi wainnaa ilaihi raaji’un’.”

Rasulullah bersabda, “Siapa yang dikehendaki Allah suatu kebaikan maka ia akan diberikan ujian.” (HR Bukhari, Ahmad, dan Malik dari Abu Hurairah RA).

Ketika manusia mendapati ujian, itu laksana siswa di sekolah yang ketika ia hendak naik kelas, tentunya harus melewati serentetan ujian semester dan mengerjakan soal ujian itu dengan baik dan mendapatkan nilai sesuai dengan kriteria kenaikan kelas yang ditetepkan oleh sekolah. Begitupun dengan ujian yang menimpa manusia. Allah SWT memberikan ujian itu sudah barang tentu untuk menguji tingkat kualitas keimanan kita untuk naik kelas menjadi manusia luar biasa dengan keimanan yang tinggi.

Sehingga semakin meningkat keimanan kita, akan semakin besar pula ujian hidup yang akan kita hadapi. Karena analoginya, seperti ujian siswa SD tentunya akan berbeda dengan ujian siswa SMP, SMA atau bahkan mahasiswa perguruan tinggi.

Sekarang pilihannya, kita mau menjadi level manusia mana, lulusan SD kah, SMP kah, SMA kah atau level Mahasiswa kah? Semuanya tergantung pilihan kita, Karena apapun yang kita usahakan adalah menunjukan level dimana kita berada.

Ujian yang datang kepada manusia berupa hal yang tidak mengenakan, terkadang bisa membuat putus asa dalam hidup. Serentetan masalah datang silih berganti, seakan selalu menghinggapi dan tak bosan-bosannya datang mendekat di hidup kita. Terkadang kita menjadi putus asa, bahkan terpeleset hati dengan bersuudzon kepada Allah, bahwa Allah engga sayang kita, Allah selalu menimpakan kesakitan pada kita dan bertanya-tanya kenapa kepada yang lain kok Allah engga kasih ujian masalah hidup.

Itulah kesalahan manusia dalam berpikir. Padahal tidak begitu jalan berpikirnya, Allah justru menimpakan ujian masalah kepada kita sebagai manusia itu karena Allah sayang kepada kita, Allah rindu kepada kita, rindu kita menangis bersimpuh bersujud diharibaanNya untuk mengingatNya dan meminta berdoa kepadaNya. Allah ingin kita dekat denganNya dan memohonkan ampunan dan solusiNya atas permalahan ujian yang menimpa kita.

Semua masalah itu datangnya dari Allah, dan kembalikanlah semua permasalahan hidup kita kepada Allah pula dengan iman dan tawakal. Karena sejatinya pertolongan Allah itu sangatlah dekat, ketika kita mengetahui kuncinya untuk mendapatkan pertolongan Allah. Sesuai dengan apa yang terkadung dalam Al-quran surat Al-Baqarah ayat 186

Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Wahai Muhammad) tentang Diriku, maka jawablah, bahwa Aku ini dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaknya mereka itu memenuhi perintahKu dan hendaklah mereka yakin kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

Maka dari itu, marilah kita mulai lerubah mindset kita, pikiran kita untuk bisa mengubah kesedihan menjadi sebuah kebahagiaan atas ujian. Karena sejatinya kesedihan dan kebahagiaan adalah sebuah rasa yang ditimbulkan dari pikiran kita sendiri, bagaimana kita memandang ujian itu, itulah yang kita rasakan.

Perjalanan panjang dalam menghadapi ujian hidup, sebaiknya kita menyandarkannya kepada Tuhan Kita, Allah SWT. Lakukanlah pendaratan atas perjalanan panjang kita dalam menjalani kesakitan atas ujian dengan teknik dan strtegi yang tepat yang tetap membuat kita bahagia dengan sandarannya adalah Allah SWT. Bagaimana kita dapat melakukan itu semua ditengah ujian panjang yang menimpa?

Beberapa hal yang dapat kita lakukan diantanranya adalah melalui :

  1. Meningkatkan kesabaran, karena kesabaran adalah kunci dari segala permasalahan

Sabar adalah kunci untuk menyelesaikan semua permasalahan, karena dengan sabar kita dapat menahan diri dari semua rasa yang menyesakan dada dan juga menahan diri dari berbagai godaan syaitan yang ingin membisikan kepada hati kita untuk melakkan hal-hal yang jelek dimasa-masa sulit kita dalam menerima ujian. Dengan berupaya menahan diri kita, inshaallah Allah berikan pahala yang besar dan beribu-ribu kebaikan atas kesabaran kita.

Tidak kurang dari 103 kali kata sabar beserta turunannya disebutkan dalam alquran. Penyebutan kata sabar yang sangat banyak itu menunjukkan bahwa sabar merupakan sesuatu yang sangat penting. Dengan kata lain, sabar merupakan masalah primer yang harus dimiliki setiap manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya, baik kualitas mental, moral, maupun spiritualnya.

Dalam Al-quran surat Albaqarah ayat 153 dan 156 disebutkan bahwa :

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. (Q.S Al-Baqarah: 153)

Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang sabar. (Q.S. Al-Baqarah: 155)

Meraih sabar itu perlu dilatih terus menerus, sebesar apa upaya kita meraih sabar, sebesar itu pula Allah akan menolong kita. Oleh karena itu lihatlah Allah dalam segala usaha kita memandang masalah dan ujian, Lihatlah Allah tujuan kita, inshaallah kebaikan akan selalu menyertai kita sebagai orang-orang yang sabar.

2. Yakinlah bahwa kita pasti bisa melalui masalah yang kita hadapi dengan baik

Ujian dan masalah yang kita hadapi itu tentunya diberikan Allah sesuai dengan tingkat kesanggupan kita. Tidak mungkin Allah membebankan kita dengan ujian diluar batas kemampuan kita, yakinlah akan hal itu, karena dalam Alquran jelas disebutkan bahwa

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Al_Baqarah ayat 286)

Oleh karena itu, selalulah yakin bahwa ujian yang menimpa kita akan selesai, karena itu sesuai dengan batas kemampuan kita. Ayat diatas adalah janji Allah, bahwa apapun permasalahan ujian yang kita hadapi pasti akan selesai tentunya dengan Keimanan, sabar dan sholat yang sesungguh-sungguhnya.

3. Yakinlah bahwa selalu ada kemudahan dibalik setiap masalah dan ujian

Menerima ujian terkadang membuat hati dan perasaan kita putus asa, merasa bahwa duania ini sudah runtuh dan tidak adal lagi tempat bernaung. Merasa bahwa semua hidup itu sudah selesai. Akan tetapi kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya terdapat banyak hikmah dan pelajaran yang didapat atas ujian yang menimpa kita. Dan bahkan kita lupa bahwa sesungguhnya ada kemudahan dibalik setiap ujian, ada solusi mudah untuk menyelesaikannya. Karena Allah yang akan memebrikan solusinya.

Akan tetapi keterbatasan pemikiran manusia lah yang memandang bahwa masalah itu adalah siksaan. Padahal sejatinya dibalik setap kesulitan selalu ada kemudahan. Ini adalah janji Allah yang terdapat alam Alquran surat Al-Insyirah ayat 6, bahwa

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (Al- Insyirah: 6)

Selama kita yakin bahwa akan selalu ada solusi atas permasalahan dan yakin bahwa pertolongan Allah itu sangatlah dekat, inshaallah sedekat dan semudah pula itulah Allah berikan kemudahan. Tugas kita hanyalah percaya dan meningkatkan keimanan terhadap kekuasaan Allah. 

4. Yakinlah bahwa dibalik setiap masalah dan ujian, tersimpan banyak hikmah, pelajaran dan kebaikan

            Ujian yang datang itu adalah bentuk kasih sayang Allah terhadap hambanya. Dan tidak mungkin Allah berikan sesuatu tanpa ada manfaat atau hikmah dibaliknya. Pasti ada sesuatu hikmah, pelajaran dan kebaikan bagi kita atas semua ujian yang ditimpakan.

            Pemikiran kitalah yang seharusnya di geser dan dirubah, karena Allah tidak akan pernah mmberikan Kedzoliman bagi hambanya walau sebesar biji Zrah pun, Allah sangat sayang hambanya. Tetapi pemikiran manusialah yang sellau penuh pengingkaran terhadap bentuk kasih sayangNya. Dimana manusia selalu memandang bahwa ujian yang tidak mengenakan itu adalah karena Allah benci dan sebaliknya, kesenangan diberikan karena Allah sayang. Padahal tidak selalu apa yang kita sukai itu baik untuk kita dan begitu pula sebaliknya, tidak semua yang tidak kita sukai itu buruk untuk kita.

            Dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 216 disebutkan bahwa :

“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui sesuatu”. (Al-Baqarah: 216)

5. Perbanyak bersyukur

Tidaklah Allah memberikan ujian kepada manusia itu tentunya terdapat hikmah dan pelajaran berharga atasnya, yang tidak pernah manusia sadari bahwa akan terdapat beribu-ribu bahkan berjuta-juta kebaikan yang akan kita dapatkan jika kita menjalani ujian itu dengan penuh rasa syukur dan ikhlas.

Oleh karena itu kita diperintahkan untuk selalu mensyukuri apapun yang Allah berikan, karena Rahmat Allah itu sangatlah luas, bakan jika kita harus membayar berapa banyak terimakasih atau berapa banyak rupiah yang harus kita keluarkan untuk membayar atas oksigen yang setiap saat kita hirup kepada Allah SWT. Tetapi Allah tidaklah butuh itu, Allah hanya ingin manusia mengingatNya, itu saja, tentunya dengan dzikir dan rasa sykur yang tiada berbatas. Karena jika kita bersyukur atas ujian yang kita jalani, Inshaallah Allah akan terus menambahkan nikmat kepada kita. Sesuai dengan janjia Allah yang terdapat dalam Al-quran surat Ibrahim ayat 7

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

6. Perbanyaklah berdoa, karena Allah akan selalu mengabulkan setiap permintaan

Allah sangat senang diminta oleh hambanya, diminta melalui doa-doa hambanya. Karena doa adalah bentuk permintaan terhadap Allah karena kita menyadari bahwa sebagai manusia kita adalah makhluk yang lemah tanpa kekuatan Allah SWT.

Allah akan selalu mengabulkan doa-doa yang kita panjatkan selama doa itu dilakukan dengan keikhlasan, pengharapan dan tata cara yang benar. Pertolongan Allah itu sangatlah dekat, sedekat kita meminta, sedekat kita mengharap. Dan Allah itu sesuai dengan apa yang diprasangkakan hambanya.

Dalam alquran surat Al-Baqarah ayat 186 disebutkan bahwa :

“Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Wahai Muhammad) tentang Diriku, maka jawablah, bahwa Aku ini dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaknya mereka itu memenuhi perintahKu dan hendaklah mereka yakin kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran’

7. Janganlah terlalu berharap pada manusia, bersandarlah hanya kepada Allah SWT

Yakinlah bahwa segala macam kekuatan di bumi dan langit itu adalah kekuatan Allah. Tidak ada kekuatan apapun yang bisa menandingi kekuatan Allah. Maka dari itu hendaklah persandarkan diri kita dan semuanya hanya kepada Allah SWT. Ketika yakin Allah menyelesaikan urusan kita, Inshalaalh semuanya pasti selesai.

Janganlah pernah menyandarkan segala urusan kepada selain Allah, apalagi berharap pada manusia, karena sekuat apapun manusia, tidak ada yang bisa mengubah takdir. Bahkan kekecewaan besar yang akan kita dapat, jika kita berharap kepada manusia.

Ketika kita menyandarkan urusan kita kepada manusia, disanalah dimulainya kisah kekecewaan. Karena manusia tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kekuatan dan izin Allah SWT.

Dalam Alquran surat Al Insyirah ayat 8 disebutkan bahwa :

“Dan hanya kepada Tuhanmulah (Allah SWT), hendaknya kamu berharap”.

8. Janganlah berlarut-larut dalam sedih, karena Allah selalu bersama kita

Ujian atau masalah memang terkadang membuat kita sedih dan terluka, bahkan jika iman tidak menyertai, bisa membuat pikiran menjadi stress bahkan ada yang sampai menjadi gila. Itu semua karena pemikiran kita sebagai manusia yang terbatas dan selalu memandang masalah dari sudut pandang kesulitan berkepanjangan tanpa solusi.

Padahal sesungguhnya, hakikinya Allah memberikan ujian itu untuk menguji tingkat keimanan kita, sehingga ketika Allah berikan ujian, perbanyaklah berdoa dan jangan sampai berlarut-larut memikirkan masalah dan solusinya. Jangan mendahului ranah Allah dalam menyelesaikan masalah. Karena semua masalah itu datangnya dari Allah, dan hendaklah kembalikan semua permasalahan itu kembali kepada Allah yang mempunyai kunci untuk menyelesaikannya.

Tugas kita adalah tingkatkan ketauihidan, keimanan dan sabar disertai dengan Sholat yang baik. Dan janganlah berlarut-larut dalam duka, karena sesungguhnya Allah itu selalu dekat dengan kita. Janji Allah dalam Al-quran surat At-Taubah ayat 40

“Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah selalu bersama kita”

Dan tentunya Jika kita ingin Allah dekat dengan kita, maka kita pun harus mendekatkan diri kepada Allah melalui iman, sabar dan sholat serta selalu sertakanlah Allah di hati dan doa-doa kita.

9. Tingkatkanlah selalu ketakwaan dan bertawakallah

Masalah dihadirkan Allahkepada mnusia hanya sekedar untuk menguji, bukan arena Allah benci atau memurkai. Allah hanya ingin kita menjadi lebih dekat dengannya. Oleh kareina itu selalu lah tingkatkan ketakwaan kita kepda Allah Sanga Maha Pencipta. Dan ketika semua semua usaha sudah kita lakukan sesuai syariat, maka bertawakallah… serahkan semuanya keapda Allah Sang Maha Mennetukan Hasil. Karena apapun hasilnya, itulah yang terbaik dari Allah untuk hidup kita. Akarena Allah Maha Mengetahui apa2 yang akan terjadi pada hidup kita kedepannya.

            Sesuai dengan apa yang dijanjikan Allah dalam Surat At-Thalaq berikut ini :

 “Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)

Allah akan senantiasa bersama kita dan menyertai kita, bahkan Allah kan selalu memberikan hadiah terindah atas semua hasil kerja keras dan pengorbanan disertai tawakkal.

Serahkanlah semua masalah hidup, ujian yang kita hadapi itu kepada Allah. Allahlah yang memberi masalah itu kepada kita, dan Allah pula yang akan menyelesaikannya untuk kita. Tugas kita sebagai manusia adalah menerima dengan rasa syukur, bersabar atas ujian itu dan menyerahkan semua usaha yang sudah kita lakukan hanya kepada Allah.

Bersandarlah hanya kepada Allah… Manusia dikirimkan ke bumi lengkap sepaket dengan ujiannya, oleh karena itu lakukanlah pendaratan atas perjalanan hidup kita hanya kepada Allah.

Semoga kita semua selalu dilimpahkan keberkahan oelh Allah SWT. Inshaallah… Aamiin YRA.

Dewi Triana

Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan

*sedang menempuh program Doctoral

Secerca Harapan di Kotak Pandora

Ada sebagian manusia selalu bertanya, “Mengapa hidupku selalu dirundung masalah, cobaan bertubi-tubi dan tak kunjung reda badai dalam hidupku ini?”. hal ini terlontar ketika manusia sudah tidak mampu lagi membendung rasa sedih dan sakit ketika ia mendapai sebuah harapan yang tidak sesuai dengan relita yang ia peroleh.

Sebuah hal yang sangat manusiawi jika kita mengeluh atas segala cobaan hidup. karena kita adalah manusia biasa, just “the Ordinary people”. yang senantiasa memiliki rasa sakit hati, kecewa dan terluka. Akan tetapi ketika kita menyadari bahwa semua yang kita alami adalah merupakan anugerah dari Allah SWT yang kita tidak pernah tahu apa makna dibalik cobaan yang Ia beri, kita akan merasa bahwa ALlah itu masih sangat sayang, kita masih diakui sebagai umatNya.

kita sebagai manusia terkadang memandang dengan pola pikir manusia biasa yang sangat terbatas pemikiran dan ilmu. kita hanya memandang cobaan itu dari satu sudut pandang bahwa itu adalah beban. Padahal ketika kita menyadari dampak-dampak positif dari permasalahan atau cobaan yang kita terima, kita akan sangat merasa takjub. Dimana Allah SWT memberi cobaan itu tidak semata-mata hanya untuk menguji, tetapi untuk menjadikan kita semakin kuat, hati, mental dan keimanan. sehingga kita bisa menghadapi dunia luas yang buas dengan strategi-strategi hidup yang kita sudah punyai dan pelajari dari cobaan-cobaan hidup yang sudah dialami.

Ditengah rumitnya cobaan hidup dan permasalahan yang kita hadapi, akan selalu ada harapan untuk menuju hidup terbaik. Allah SWT telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk kita. Harapan… yaa harapan….
Manusia wajib berharap yang terbaik, tetapi berharaplah kepada Allah SWT.

Harapan terlihat seperti kata yang semu dengan sedikit atau bahkan tak ada relevansi pada kehidupan Anda, tetapi sejauh harapan berarti melihat kemungkinan yang melekat dalam kehidupan Anda, harapan bisa menjadi awalan yang penting bagi Anda untuk keluar dari kebiasaan yang Anda lakukan. Ikutilah langkah-langkah berikut ini untuk mulai melihat lebih banyak kemungkinan harapan di kehidupan sehari-hari Anda.

  1. Membayangkan kehidupan

Kita bisa memulai dengan cara mencari tahu bagaimana kehidupan kita akan terlihat, sebelum kita memilki harapan, sebaiknya cari tahulah terlebih dahulu mengenai jenis kehidupan yang paling menarik dalam bayangan kita. Lalu lakukan analisis apa saja yang terkandung dalam kehidupan impian ideal yang kita inginkan. dan tulislah visi hidup yang kita inginkan.

setelah itu, lakukanlah perbandingan antara visi hidup yang sudah kita tulis dengan kenyataan-kenyataan hidup yang kita rasakan sekarang dan kita peroleh, apakah sudah mencapai visi atau masih dalam proses atau bahkan sangat melenceng dari visi yang telah kita buat tadi.

Pertimbangkan bahwa visi hidup yang telah kita susun adalah realistis dan terukur (measurable), karena kita harus menyadari kekuatan dan kelemahan diri kita ketika kita hendak mencapai sebuah hidup impian/ideal.
Setelah menganalisis kerealistisan dari visi hidup kita, selanjutnya adalah buatlah target hidup yang ingin kita capai dengan keseuaian kondisi kekuatan dan kelemahan yang kita miliki.

2. Mengembangkan harapan

Cara untuk mengembangkah harapan adalah kita harus memulainya dengan menyadari kekuatan kita sendiri, apa saja prestasi dan keunggulan yang telah kita raih, sekali-kali wajar kita untuk memuji diri sendiri, hal ini sangat berguna untuk menghindari keputusasaan dalam hidup kita dan meraih harapan di masa depan.

Selanjutnya mulailah bergaul dengan orang-orang, teman-teman yang memiliki kekuatan positif dan berprestasi, karena lingkungan akan sangat membantu kita menemukan jati diri dan mempengaruhi kita untuk melakukan hal yang serupa. jika kita bergaul dengan lingkungan yang baik, positif dan penuh semangat, inshaallah ini akan berefek terhadap kita juga dalam menemukan semangat dan harapan.

Langkah selanjutnya adalah lakukanlah aktivitas yang menyenangkan, cintai pekerjaan dan aktivitas kita, karena mencintai apapun yang kita lakukan akan sangat membantu kita selalu berpikiran positif, berprestasi dan penuh harapan yang tinggi.

Harapan akan selalu ada jika kita terus berusaha menemukannya, kuncinya adalah terletak pada diri kita sendiri, apakah kita mau berubah dan berusaha atau tidak, orang lain hanya bisa mendoakan, sementara kitalah yang menjalaninya. Jangan pernah menyerah terhadap kenyataan-kenytaan hidup sepahit apapun, akan selalu ada harapan yang tersebunyi di dalamnya, akan ada sebuah harapan yang tersisa layaknya dalam sebuah Kotak Pandora

Dewi Triana
Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan

Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin… antara Takdir dan Harapan

Wanita dengan segala macam kehidupan dan problematika yang dihadapi, terkadang menyisakan sejumlah pertanyaan. ketika kita dihidupkan dengan tanggungjawab dan amanah yang luar biasa sebagai seorang perempuan, dimana kita berdiri dengan sembilan perasaan dan satu akal. sementara di luar sana kita sebagai wanita dituntut untuk bisa berlaku dan berjuang untuk kehidupan layaknya sebagai mana pria. apa yang bisa kita lakukan?

Sebetulnya ketika kita dihidupkan dengan takdir yang melekat, itulah sebetulnya milik kita, hak kita dan porsi yang Allah beri untuk kita. permasalahannya terkadang apa yang kita harapkan dengan takdir di masa depan terkadang berbeda dengan kenyataaan takdir yang diperoleh… bukan tanpa alasan Allah SWT memberi kita takdir yang tidak sesuai dengan harapan kita sebagai manusia, pasti ada rencana Allah yang terbaik dibalik itu semua…

Tantangannya adalah bagaimana kita menyikapi hal-hal yang tidak kita harapkan itu terjadi, bahkan mengubah sesuatu yang tidak kita sukai menjadi hal yang membangkitkan semangat dan motivasi kita untuk terus menghadai hidup bahkan menikmatinya dan mensyukurinya…

Wanita dengan problematika yang dihadapi, yang menutut kita berlaku bijaksana like a “Wise Woman”. to be a “Wise Woman” merupakan sebuah padana kata yang terkadang sangat gampang diucapkan, akan tetapi sulit sekali dilaksanakan. karena kita wanita, terkadang ketika menghadapi perosalan hidup selalu mengedepankan emosi ketimbangan akal sehat. Disinilah porsi logika, panduan moral dan barir religi perlu di padu padankan untuk menjadi pondasi kita sebagai wanita menghadapi segala macam problematika hidup.

Ada beberapa hal yang bisa saya sarankan kepada teman-temanku sesama wanita yang baik hatinya dan di muliakan oleh Allah SWT ketika kita dihadapkan dengan takdir dan problematika hidup, diantaranya melaui :

  1. Kepercayaan (Believing)

Sebagai wanita yang beragama dan beriman, kita harus percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT memiliki rencana yang terperinci dan terbaik untuk semua hambaNya, termasuk kita kaum perempuan. Manusia wajib percaya bahwa Allah tidak akan memberikan takdir baik itu takdir baik maupun buruk tanpa menyimpan hikmah di baliknya. Percaya adalah kunci utama dari ketenangan hati. Jika percaya akan rencana Allah SWT yang terbaik maka tidak akan ada khawatir ataupun rasa sedih dalam cara menyikapi takdir Allah dan merupakan cara meningkatkan akhlak sebagai umat mukmin.

2. Yakin dengan kebenaran takdir (Sure of the Truth destiny)

Kita sebagai wanita beriman tidak boleh ragu akan takdir Allah, wajib untuk membenarkan bahwa Allah tidak pernah merencanakan sesuatu tanpa hikmah yang mulia dan tanpa rencana yang lebih indah ke depannya. KIta sebagai manusia harus membenarkan bahwa hidup selalu berputar, sikapi takdir Allah dengan cara membenarkannya baik itu takdir baik ataupun takdir buruk sebab hal demikian termasuk keutamaan berbaik sangka kepada Allah.

3. Tawakal

Cara menyikapi takdir Allah yang terbaik adalah dengan bertawakal, yaitu dengan berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT dalam menghadapi atau menunggu harapan di waktu terbaik yang ditentukan olehNya.
Tawakal bukan hanya menyerah dan berdiam diri saja, tetapi wajib disertai dengan usaha yang sungguh sunguh untuk mengubah keadaan atau takdir yang dialaminya. Wajib selalu percaya bahwa Allah SWT akan memberikan segalanya yang terbaik sesuai usaha yang dilakukan hamba Nya. Jika berusaha baik, maka akan menerima hasil yang baik, jika belum mendapatkan hasil yang diinginkan, tetap wajib terus berusaha dan berdoa.

4. Instrospeksi diri (self introspection)

Kita sebagai wanita tentu pernah berbuat kesalahan baik secara sadar maupun tidak sadar, contohnya ialah sudah mengetahui tentang perbuatan yang termasuk dosa tetapi tetap melakukan perbuatan tersebut, akibatnya takdir Allah akan mengikuti sesuai perbuatan yang dilakukan. Oleh karena itu kita, kita sebagai wanita dituntut selalu untuk mengintrospeksi diri kita, mengevaluasi diri kita agar kita mengetahui hal-hal mana saja yang salah dalam diri kita dan berusaha mengubahnya menjadi lebih baik. tidak pernah ada kata terlambat dalam memperbaiki diri. Be Positivelly for the future…

5. Mohon rahmat dan pertolongan Allah SWT

Cara menyikapi takdir ialah dengan memohon rahmat Allah agar mendapat hikmah yang  terbaik dan diberi takdir yang lebih baik pula ke depannya. Allah maha pemurah, setiap manusia yang memohon dengan kesungguhan pasti akan dikabulkan.
Takdir ialah bagain dari kuasa Allah, untuk menghadapinya sebagai makhluk yang lemah wajib untuk memohon pertolongan Allah agar dapat menjalani dan mengambil keputusan sesuai petunjukNya.

Wanita teman-temanku yang baik hatinya dan di muliakan Allah SWT. selalu berpikiran lah yang positif atas segala sesuatu yang terkjadi pada diri kita. MAsa depan terbaik akan selalu menunggu kita, sambutlah ia dengan lepang dada dan hati ikhlas. semoga kita semua di rahmati Allah SWT…

Takdir terbaik akan selalu menunggu kita semua dan ikhlaskan lah takdir yang tidak sesuai dengan harapan kita, karena itu merupakan batu pijakan untuk kita melangkah dalam hidup selanjutnya… harapan selalu ada bagi ia yang mau berusaha mengubah mindset terhadap takdir kita… menjadikan kesusahan sebagai ladang amal dan mengubah kegundahan menjadi sebuah anugerah kenikmatan…

“Daun yang jatuh tidak pernah penah membenci angin, ia mengikhlaskan semuanya…”

dewi triana bandung

Dewi Triana

Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan

*sedang menempuh program Doctoral

Kartini tanpa tanda jasa…

Wanita… tatkala kita membahas tentang wanita, buah karyanya juga sepak terjangnya, terkadang tak ada habis-habisnya. Perjuangannya yang banyak terdengar bukan hanya di bidang-bidang kajian intelektual tetapi bahkan dalam kehidupan-kehidpan sederhana. Jika kita melihat fenomena sekarang ini, banyak kaum wanita yang bekerja melebihi batas kemampuan hakikinya sebagai wanita, bekerja siang malam untuk mencari rezeki hanya untuk keberlanjutan hidup anak-anaknya, banyak wanita yang berprofesi sebagaimana layaknya seorang pria, mulai dari menjai supir ojek online, berjualan keliling membawa pikulan berat, bahkan pekerjaan-pekerjaan lain yang bukan selayaknya patut dikerjakan seorang wanita. tetapi wanita melakukannya… bukan tanpa alasan, bukan tanpa adanya keinginan mandapatkan yang lebih baik… tetapi karena tuntutan kebutuhan anak-anaknya, hidup putra-putrinya, dan masa depan mereka kelak.

Lantas pertanyaannya… dimanakah laki-laki berada???

Pertanyaan yang tidak pernah ada jawaban selama ini, tidak menyalahkan kaum laki-laki atas nama suami. begitu peliknya kehidupan yang dihadapi… berbagai alasan muncul sehingga peran suami atas keidupan kita kaum kartini tidak ada lagi… entah dimana dan harus menyalahkan siapa… tapi ini fenomena dan takdir yang harus dihadapi.

banyak wanita-wanta indonesia kini menjadi kartini yang sesungguhnya, bertanggungjawab penuh atas kehidpan keluarga, putra-putrinya dan bahkan ia tidak peduli lagi dengan diri dan keselamatannya. Pulang larut malam hanya untuk mencari kehidupan buat keluarga dan anak-anaknya. untuk keberlajutan hidup keluarganya…

jika dunia tau apa yang ada dihati kami, wanita pejuang…Kami sebetulnya tidak mau seperti ini, yang kami mau sebenarnya kembali menjalani fungsi sebagai istri dan ibu yang bisa full mengurus rumah dan anak-anak. mempersiapkan mereka menjadi seseorang yang luar biasa di masa depan. Tetapi angan-angan dan keinginan itu kami hempaskan karena ada tuntutan lain yang harus kami penuhi, kami harus mampu berjuang dan berperan sebagai ayah dan ibu sekaligus dalam mencari penghidupan, jika kami tidak melakukan ini… bagaimana kehidupan anak-anak kami nanti… mungkin itu jeritan yang ada di hati perempuan Kartiniku tanpa tanda jasa.

Wanita pejuang… bersyukurlah dengan keadaan dan nikmatilah setiap detik perjuanganmu… Tuhan yang akan memperhitungkan keringatmu, bukan lagi manusia. Tuhan tahu sebsar apa perjuangannu, beban dihatimu bahkan setiap tetesan keringat bercampur tangismu akan Tuhan ganti bahkan sangat berlebih… selalu yakin akan itu…

Wanita pejuang… bebesar hatilah dengan apa yang sudah kamu lakukan, tanganmu akan menjadi saksi atas keberhasilan putra putrimu, atas kesahajaan keluarga kecilmu dan Tuhan akan ganti itu semua dengan sangat berlebih… selalu yakin akan itu…

Wanita pejuang… setiap jeritan batinmu, tetesan airmatamu adalah bukti atas semua pahala dan imbalan dari Tuhan… jangan pernah meyerah dengan keadaan, dengan takdir apapun itu dan berbesar hatilah… ketika kita mampu menaklukan itu semua, disana telah menunggu keberhasilan putra-putrimu menyambutmu dengan tangan kesuksesan dan kegembiraan di masa tuamu…

jangan menuyerah wanita pejuangku… Kartini tanpa tanda jasa

dewi triana bandung

Dewi Triana

Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan

*sedang menempuh program Doctoral

To be a lovable lady… Smart and beautiful

Wanita cerdas adalah laksana berlian, yang akan selalu bersinar sekalipun dalam lumpur, inner beauty dimiliki oleh semua wanita di dunia, hanya tantangannya… mampukan kita memancarkan maksimal inner beauty yang kita miliki itu…

To be a lovable lady… menjadi wanita yang dicintai, disukai, bukanlah dengan cara menunjukan ketangguhannya dengan suara keras, lantang dan kekuatan emosi… cukup dengan tujukan kecerdasan, kecantikan yang hakiki dan merendahkan suara…

Berikut hal-hal yang kita bisa petik dengan penghayatan dan pemahaman sebagai wanita cerdas :

  1. Be a lovable lady…selalu ingin membuat orang-orang sekitarnya menjadi bahagia dengan kehadiran kita, selalu menunjukan keceriaan dan kasih sayang kepada semua orang. Oleh karena itu sebelum bisa membuat orang sekitar kita bahagia, kita sendiri harus berusaha bahagia ladies. Whatever yang terjadi sama kita, baik itu kegundahan, kesedihan atau apapun dalam diri kita, bawalah hal itu dengan senyuman dan be a positif thinking bahwa semua masalah dan rintangan hidup adalah ujian agar kita menjadi seseorang yang mendekati kesempurnaan hati dan bathin. Begitu susahnya memang untuk memange hati dan jiwa karena materi ini tidak pernah ada di bangu kuliah, akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan semakin terlatihnya diri kita menghadapi permasahalan dan kegundahan, jiwa kita akan semakin terlatih untuk bisa kuat menghadapi apapun. dan mulailah merubah mindset kita…. bahwa kita harus bahagia… To be A Lovable Lady…
  2. Be a lovable lady… selalu rendah hati kepada siapapun, apapun yang kita miliki itu bukanlah milik kita, tapi itu adalah pemberian dan anugerah dari Sang Pencipta untuk kita gunakan dengan kebaikan. Secerdas dan secantik apapun seorang wanita, ia tetap haruslah rendah hati, tidak menyombongkan diri dan selalu gunakan kebanggaan yang kita miliki untuk orang banyak ladies…
  3. Be a lovable lady… harus selalu tampil menarik setiap saat. penampilan adalah modal utama sebagai perempuan, untuk dapat tampil menarik ini berkaitan dengan aura yang kita miliki. Pakaian, asesoris dan riasan yang mahal tidak menjamin kita bisa tampil menarik jika kiwa kita tidak dihiasi akhlak dan atitude yang baik. diperlukan sebuah kolaborasi yang saling mendukung antara penampilan fisik dan penampilan sikap agar selalu tampil menarik secara keseluruhan. pemilihan pakaian, riasan dan asosorie yang tidak berlebihan tetapi bisa selalu tampak elegan ditambah lagi dengansikap dan atituide yang baik akan menjadikan kita be a lovable lady

Okk… 3 hal penting diatas wajib kita miliki yaa ladies agar hidup kita selalu dihiasi kebahagiaan bersama orang-orang sekitar…

Dewi Triana