CINTA KEINDAHAN

Ketika berjalan-jalan di sebuah taman yang indah, dipenuhi dengan bunga-bunga bermekaran warna warni, dengan daun hijau yang rindang disertai dengan angin sepoi yang sejuk, awan yang yang seakan menaungi keteduhan bahkan sampai masuk meneduhi hati. Terlihat sepasang kakek nenek yang berjalan di depan pandangan dengan bepegangan tangan sambal bercnda bersenda gurau. Entah apa yang mereka perbincangkan. Hati ini terbawa bahagia melihat pemandangan indah di depan mata.

Sebuah keindahan yang hanya hati yang bisa menilai. Terlepas dari segala apa yang menjadi pengiring proses bagaimana sepasang kakek nenek tersebut menjadi bahagia dan saling menerima. Inilah hidup, inilah syurga. Dalam hatiku aku berkata. Alhamdulillah…

Kodrat manusia dilahirkan dengan cinta kasih, karena cinta kasih itu sangatlah indah. Semua hati manusia pastinya akan mengatakan hal yang sama bahwa cinta kasih itu adalah indah. Dan keindahan adalah hati yang bisa menilai. Sudah menjadi kodrat manusia bahwa manusia sangat menyukai dengan keindahan.

Allah telah mengajarkan tentang keindahan kepada manusia karena Allah sangat menyukai keindahan. Sesuai dengan sebuah hadist dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُوْنَ ثَوْبُهُ حَسَناً وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قاَلَ: إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Yang artinya :

“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji debu. Ada seorang yang bertanya, “Sesungguhnya setiap orang suka (memakai) baju yang indah, dan alas kaki yang bagus, (apakah ini termasuk sombong?). Rasulullâh bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”.

Sudah menjadi kodrati semua manusia di muka bumi ini, bahwa pada dasarnya manusia itu baik, karena dalam diri manusia sebenarnya tersimpan potensi kebaikan, kebenaran dan keindahan. Walau apa yang ditampakkan dalam Performa manusia adalah perilaku yang di luar norma yang tergambar melalui perilaku yang jelek terhadap alam dan sesamanya. Akan tetapi jauh di dalam diri manusia sebetulnya tersimpan potensi-potensi untuk berbuat baik dan cinta kasih.

Sesuai dengan ajaran Konfusianisme, dimana Mencius atau Meng Zi menyebutkan bahwa watak manusia sebetulnya tergambar dalam 5 karakter sejati. Dimana karakter ini merupakan potensi besar untuk bisa dilakukan manusia. Watak atau karakter yang disebutkan oleh Mencius ini dikenal dengan istilah Ren, Yi, Li, Ti, dan Xin.

  • Ren adalah Cinta kasih dan sayang. Dimana semua manusia memiliki potensi untuk mencintai, mengasihi alam dan sesamanya. Manusia akan selalu mengedepankan rasa ini kepada sesamanya. Walaupun pada Performanya kadar cinta kasih yang dimiliki manusia itu berbeda antara satu manusia dengan manusia yang lainnya. akan tetapi cinta kasih ini menjadi bagian penting dalam hidup manusia. Sehingga manusiawi jika manusia itu selalu mencari sosok pasangan untuk dicintainya, untuk dikasihinya, ingin menolong sesamanya, dalam kondisi apapun. Karena manusia memiliki potensi besar untuk megapresiasikan cinta kasih dalam dirinya.
  • Yi adalah kebenaran. Manusia pada dasarnya ingin selalu berbuat benar dan ingin dikatakan telah berbuat benar. Walaupun pada kenyataannya banyak perbuatan manusia yang jauh dari benar menurut standar hukum dan norma yang dianut dalam kehidupan. Akan tetapi jauh dalam diri manusia, sebetulnya manusia sangat mencinta kebenaran. Bahkan jika ia berbuat salah pun, ia ingin mencari pembenaran akan kesalahan yang telah dilakukannya. Karena manusia sangat cinta kebenaran. Karena kebenaran itu adalah indah bagi manusia.
  • Li adalah kesusilaan.  Manusia sangat mencintai kesusilaan, sehingga manusia sebetulnya sangat tidak menyukai ketidaksopanan, ketidakbermoralan. Karena dalam diri manusia sesungguhnya menyimpan karakter susila. Artinya sangat cinta terhadap sopan, santun, ramah tamah dan penekanan moral. Potensi manusia sebetulnya sangat besar untuk menunjukan sikap kesusilaan. Walaupun pada kenyataannya, karena pengaruh faktor alam dan lingkungan, potensi kesusilaan ini tidak muncul pada diri manusia.
  • Ti adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan merupakan lanjutan dari kebenaran. Seseorang yang bijak itu tingkatannya akan jauh lebih tinggi dari seseorang yang benar. Manusia sangat cinta kebijaksanaan, dalam dirinya tersimpan potensi kebijaksanaan untuk menyikapi hidup ini. Sehingga manusia terkadang tidak nyaman jika melihat situasi yang tidak adanya kebijaksanaan disitu. Sebagai contoh, terkadang kita sebagai manusia tidak menyukai terhadap orang yang mengedepankan gaya hidup dimana kondisi keuangannya tidak bagus, terkesan memaksakan atau berutang dimana-mana. Karena artinya orang tersebut tidak bijaksana terhadap diri dan kondisinya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa manusia sebetulnya sangat cinta kebijaksanaan.
  • Xin adalah dapat dipercaya. Watak sejati manusia sebetulnya adalah dapat dipercaya. Semua orang sangat menyukai teman atau pasangannya yang dapat dipercaya. Karena amanah timbul disitu. Semua orang semua manusia memiliki potensi untuk memiliki watak dapat dipercaya. Sebuah keindahan akan dirasakan oleh manusia dalam hidupnya jika watak Xin ini melekat pada diri semua manusia.

Dari kelima ajaran Wang dari Mencius diatas, menggambarkan bahwa manusia sebetulnya sangat menyukai keindahan yang muncul pada potensi karakter Ren, Yi, Li, Ti dan Xin diatas. Manusia akan mencapai taraf kesempurnaan dirinya jika semua potensi karakter baik itu dapat diwujudkan. Semuanya akan tergambar menjadi sebuah cinta kasih dalam kehidupan.

Kasih manusia terhadap alam dan sesama merupakan keindahan. Dan keindahan akan tercapai jika potensi-potensi karater baik manusia muncul  dan dimanifestasikan dalam kehidupannya. Keindahan bukan hanya tercermin dari tampilan fisik semata, akan tetapi dari Performa dan tingkah laku manusia. Jauh lebih indah lagi jika keindahan itu dipadupadankan antara tampilan fisik dan karakter. Semoga kita semua bisa menjadi manusia seutuhnya dan mengusung cinta keindahan.

dewi triana bandung

Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan
*sedang menempuh program Doctoral

0 comments on “CINTA KEINDAHANAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *