Kartini tanpa tanda jasa…

Wanita… tatkala kita membahas tentang wanita, buah karyanya juga sepak terjangnya, terkadang tak ada habis-habisnya. Perjuangannya yang banyak terdengar bukan hanya di bidang-bidang kajian intelektual tetapi bahkan dalam kehidupan-kehidpan sederhana. Jika kita melihat fenomena sekarang ini, banyak kaum wanita yang bekerja melebihi batas kemampuan hakikinya sebagai wanita, bekerja siang malam untuk mencari rezeki hanya untuk keberlanjutan hidup anak-anaknya, banyak wanita yang berprofesi sebagaimana layaknya seorang pria, mulai dari menjai supir ojek online, berjualan keliling membawa pikulan berat, bahkan pekerjaan-pekerjaan lain yang bukan selayaknya patut dikerjakan seorang wanita. tetapi wanita melakukannya… bukan tanpa alasan, bukan tanpa adanya keinginan mandapatkan yang lebih baik… tetapi karena tuntutan kebutuhan anak-anaknya, hidup putra-putrinya, dan masa depan mereka kelak.

Lantas pertanyaannya… dimanakah laki-laki berada???

Pertanyaan yang tidak pernah ada jawaban selama ini, tidak menyalahkan kaum laki-laki atas nama suami. begitu peliknya kehidupan yang dihadapi… berbagai alasan muncul sehingga peran suami atas keidupan kita kaum kartini tidak ada lagi… entah dimana dan harus menyalahkan siapa… tapi ini fenomena dan takdir yang harus dihadapi.

banyak wanita-wanta indonesia kini menjadi kartini yang sesungguhnya, bertanggungjawab penuh atas kehidpan keluarga, putra-putrinya dan bahkan ia tidak peduli lagi dengan diri dan keselamatannya. Pulang larut malam hanya untuk mencari kehidupan buat keluarga dan anak-anaknya. untuk keberlajutan hidup keluarganya…

jika dunia tau apa yang ada dihati kami, wanita pejuang…Kami sebetulnya tidak mau seperti ini, yang kami mau sebenarnya kembali menjalani fungsi sebagai istri dan ibu yang bisa full mengurus rumah dan anak-anak. mempersiapkan mereka menjadi seseorang yang luar biasa di masa depan. Tetapi angan-angan dan keinginan itu kami hempaskan karena ada tuntutan lain yang harus kami penuhi, kami harus mampu berjuang dan berperan sebagai ayah dan ibu sekaligus dalam mencari penghidupan, jika kami tidak melakukan ini… bagaimana kehidupan anak-anak kami nanti… mungkin itu jeritan yang ada di hati perempuan Kartiniku tanpa tanda jasa.

Wanita pejuang… bersyukurlah dengan keadaan dan nikmatilah setiap detik perjuanganmu… Tuhan yang akan memperhitungkan keringatmu, bukan lagi manusia. Tuhan tahu sebsar apa perjuangannu, beban dihatimu bahkan setiap tetesan keringat bercampur tangismu akan Tuhan ganti bahkan sangat berlebih… selalu yakin akan itu…

Wanita pejuang… bebesar hatilah dengan apa yang sudah kamu lakukan, tanganmu akan menjadi saksi atas keberhasilan putra putrimu, atas kesahajaan keluarga kecilmu dan Tuhan akan ganti itu semua dengan sangat berlebih… selalu yakin akan itu…

Wanita pejuang… setiap jeritan batinmu, tetesan airmatamu adalah bukti atas semua pahala dan imbalan dari Tuhan… jangan pernah meyerah dengan keadaan, dengan takdir apapun itu dan berbesar hatilah… ketika kita mampu menaklukan itu semua, disana telah menunggu keberhasilan putra-putrimu menyambutmu dengan tangan kesuksesan dan kegembiraan di masa tuamu…

jangan menuyerah wanita pejuangku… Kartini tanpa tanda jasa

dewi triana bandung

Dewi Triana

Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan

*sedang menempuh program Doctoral

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *