The Blessing of Crash landing from Allah SWT (Sebuah pendaratan yang membawa berkah Allah SWT)

Semua manusia pernah mengalami permasalahan dalam hidupnya. dan pemasalahan yang dihadapai itu berbagai macam ragam variannya yang berbeda antara satu manusia dengan manusia lainnya. Permasalahan yang dimaksud kita dapat meneyebutnya dengan istilah ujian.

Terkadang manusia memandang sebuah ujian dengan duka cita atau juga suka cita. Mengapa demikian? Karena paradigma manusia terhadap ujian itu tergantung pola pikirnya sendiri. Ada yang memandang ujian itu sebagai masalah yang berat dan menjadi penghalang bagi peningkatan kebaikan hidupnya, tetapi ada pula yang memandang ujian itu sebagai berkah untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Dan disini, saya ingin mengajak teman-teman pembaca semua untuk sedikit menggeser pola berpikir kita dalam memandang sebuah ujian. Dari praduga yang memandang ujian itu sebagai masalah menjadi ujian itu sebagai berkah. Maka dari itu, saya akan mengangkat tema tulisan saya kali ini dengan judul “The Blessing of Crash Landing” sebuah pendaratan dari perjalanan ujian panjang dengan penuh berkah Allah SWT.

Terkadang kita mendapati ujian yang membuat hidup dan perasaan kita tidak enak, ditimpa sakit yang luar biasa, fisik ataupun bathin, perasaan tertekan, kecewa, luka yang terus menganga dalam dada, sesak yang tiada terkira atas semua hal yang menimpa. Perasaan semacam itu sangat manusiawi, karena pada dasarnya kita adalah manusia biasa. Akan tetapi sebagai manusia biasa, disitulah kita wajib terus belajar menjadi manusia-manusia yang lebih dari biasa, menjadi manusia yang luar biasa.

Pada hakekatnya, ujian itu merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada para hamba-Nya. Menimpakan kesusahan, ketakutan, kekurangan harta, krisis ekonomi, hingga kelaparan sekalipun merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Ibaratnya besi harus diterpa dengan pukulan dan dibakar api untuk membentuknya menjadi material yang indah. Begitu pulalah cara Allah menjadikan hamba-Nya sebagai pribadi yang kuat.

Dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 156, disebutkan bahwa :

“Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, krisis pangan sampai kematian, dan berikanlah kabar gembira ini kepada orang-orang sabar, yaitu orang-orang yang ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘inna lillahi wainnaa ilaihi raaji’un’.”

Rasulullah bersabda, “Siapa yang dikehendaki Allah suatu kebaikan maka ia akan diberikan ujian.” (HR Bukhari, Ahmad, dan Malik dari Abu Hurairah RA).

Ketika manusia mendapati ujian, itu laksana siswa di sekolah yang ketika ia hendak naik kelas, tentunya harus melewati serentetan ujian semester dan mengerjakan soal ujian itu dengan baik dan mendapatkan nilai sesuai dengan kriteria kenaikan kelas yang ditetepkan oleh sekolah. Begitupun dengan ujian yang menimpa manusia. Allah SWT memberikan ujian itu sudah barang tentu untuk menguji tingkat kualitas keimanan kita untuk naik kelas menjadi manusia luar biasa dengan keimanan yang tinggi.

Sehingga semakin meningkat keimanan kita, akan semakin besar pula ujian hidup yang akan kita hadapi. Karena analoginya, seperti ujian siswa SD tentunya akan berbeda dengan ujian siswa SMP, SMA atau bahkan mahasiswa perguruan tinggi.

Sekarang pilihannya, kita mau menjadi level manusia mana, lulusan SD kah, SMP kah, SMA kah atau level Mahasiswa kah? Semuanya tergantung pilihan kita, Karena apapun yang kita usahakan adalah menunjukan level dimana kita berada.

Ujian yang datang kepada manusia berupa hal yang tidak mengenakan, terkadang bisa membuat putus asa dalam hidup. Serentetan masalah datang silih berganti, seakan selalu menghinggapi dan tak bosan-bosannya datang mendekat di hidup kita. Terkadang kita menjadi putus asa, bahkan terpeleset hati dengan bersuudzon kepada Allah, bahwa Allah engga sayang kita, Allah selalu menimpakan kesakitan pada kita dan bertanya-tanya kenapa kepada yang lain kok Allah engga kasih ujian masalah hidup.

Itulah kesalahan manusia dalam berpikir. Padahal tidak begitu jalan berpikirnya, Allah justru menimpakan ujian masalah kepada kita sebagai manusia itu karena Allah sayang kepada kita, Allah rindu kepada kita, rindu kita menangis bersimpuh bersujud diharibaanNya untuk mengingatNya dan meminta berdoa kepadaNya. Allah ingin kita dekat denganNya dan memohonkan ampunan dan solusiNya atas permalahan ujian yang menimpa kita.

Semua masalah itu datangnya dari Allah, dan kembalikanlah semua permasalahan hidup kita kepada Allah pula dengan iman dan tawakal. Karena sejatinya pertolongan Allah itu sangatlah dekat, ketika kita mengetahui kuncinya untuk mendapatkan pertolongan Allah. Sesuai dengan apa yang terkadung dalam Al-quran surat Al-Baqarah ayat 186

Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Wahai Muhammad) tentang Diriku, maka jawablah, bahwa Aku ini dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaknya mereka itu memenuhi perintahKu dan hendaklah mereka yakin kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

Maka dari itu, marilah kita mulai lerubah mindset kita, pikiran kita untuk bisa mengubah kesedihan menjadi sebuah kebahagiaan atas ujian. Karena sejatinya kesedihan dan kebahagiaan adalah sebuah rasa yang ditimbulkan dari pikiran kita sendiri, bagaimana kita memandang ujian itu, itulah yang kita rasakan.

Perjalanan panjang dalam menghadapi ujian hidup, sebaiknya kita menyandarkannya kepada Tuhan Kita, Allah SWT. Lakukanlah pendaratan atas perjalanan panjang kita dalam menjalani kesakitan atas ujian dengan teknik dan strtegi yang tepat yang tetap membuat kita bahagia dengan sandarannya adalah Allah SWT. Bagaimana kita dapat melakukan itu semua ditengah ujian panjang yang menimpa?

Beberapa hal yang dapat kita lakukan diantanranya adalah melalui :

  1. Meningkatkan kesabaran, karena kesabaran adalah kunci dari segala permasalahan

Sabar adalah kunci untuk menyelesaikan semua permasalahan, karena dengan sabar kita dapat menahan diri dari semua rasa yang menyesakan dada dan juga menahan diri dari berbagai godaan syaitan yang ingin membisikan kepada hati kita untuk melakkan hal-hal yang jelek dimasa-masa sulit kita dalam menerima ujian. Dengan berupaya menahan diri kita, inshaallah Allah berikan pahala yang besar dan beribu-ribu kebaikan atas kesabaran kita.

Tidak kurang dari 103 kali kata sabar beserta turunannya disebutkan dalam alquran. Penyebutan kata sabar yang sangat banyak itu menunjukkan bahwa sabar merupakan sesuatu yang sangat penting. Dengan kata lain, sabar merupakan masalah primer yang harus dimiliki setiap manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya, baik kualitas mental, moral, maupun spiritualnya.

Dalam Al-quran surat Albaqarah ayat 153 dan 156 disebutkan bahwa :

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. (Q.S Al-Baqarah: 153)

Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang sabar. (Q.S. Al-Baqarah: 155)

Meraih sabar itu perlu dilatih terus menerus, sebesar apa upaya kita meraih sabar, sebesar itu pula Allah akan menolong kita. Oleh karena itu lihatlah Allah dalam segala usaha kita memandang masalah dan ujian, Lihatlah Allah tujuan kita, inshaallah kebaikan akan selalu menyertai kita sebagai orang-orang yang sabar.

2. Yakinlah bahwa kita pasti bisa melalui masalah yang kita hadapi dengan baik

Ujian dan masalah yang kita hadapi itu tentunya diberikan Allah sesuai dengan tingkat kesanggupan kita. Tidak mungkin Allah membebankan kita dengan ujian diluar batas kemampuan kita, yakinlah akan hal itu, karena dalam Alquran jelas disebutkan bahwa

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Al_Baqarah ayat 286)

Oleh karena itu, selalulah yakin bahwa ujian yang menimpa kita akan selesai, karena itu sesuai dengan batas kemampuan kita. Ayat diatas adalah janji Allah, bahwa apapun permasalahan ujian yang kita hadapi pasti akan selesai tentunya dengan Keimanan, sabar dan sholat yang sesungguh-sungguhnya.

3. Yakinlah bahwa selalu ada kemudahan dibalik setiap masalah dan ujian

Menerima ujian terkadang membuat hati dan perasaan kita putus asa, merasa bahwa duania ini sudah runtuh dan tidak adal lagi tempat bernaung. Merasa bahwa semua hidup itu sudah selesai. Akan tetapi kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya terdapat banyak hikmah dan pelajaran yang didapat atas ujian yang menimpa kita. Dan bahkan kita lupa bahwa sesungguhnya ada kemudahan dibalik setiap ujian, ada solusi mudah untuk menyelesaikannya. Karena Allah yang akan memebrikan solusinya.

Akan tetapi keterbatasan pemikiran manusia lah yang memandang bahwa masalah itu adalah siksaan. Padahal sejatinya dibalik setap kesulitan selalu ada kemudahan. Ini adalah janji Allah yang terdapat alam Alquran surat Al-Insyirah ayat 6, bahwa

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (Al- Insyirah: 6)

Selama kita yakin bahwa akan selalu ada solusi atas permasalahan dan yakin bahwa pertolongan Allah itu sangatlah dekat, inshaallah sedekat dan semudah pula itulah Allah berikan kemudahan. Tugas kita hanyalah percaya dan meningkatkan keimanan terhadap kekuasaan Allah. 

4. Yakinlah bahwa dibalik setiap masalah dan ujian, tersimpan banyak hikmah, pelajaran dan kebaikan

            Ujian yang datang itu adalah bentuk kasih sayang Allah terhadap hambanya. Dan tidak mungkin Allah berikan sesuatu tanpa ada manfaat atau hikmah dibaliknya. Pasti ada sesuatu hikmah, pelajaran dan kebaikan bagi kita atas semua ujian yang ditimpakan.

            Pemikiran kitalah yang seharusnya di geser dan dirubah, karena Allah tidak akan pernah mmberikan Kedzoliman bagi hambanya walau sebesar biji Zrah pun, Allah sangat sayang hambanya. Tetapi pemikiran manusialah yang sellau penuh pengingkaran terhadap bentuk kasih sayangNya. Dimana manusia selalu memandang bahwa ujian yang tidak mengenakan itu adalah karena Allah benci dan sebaliknya, kesenangan diberikan karena Allah sayang. Padahal tidak selalu apa yang kita sukai itu baik untuk kita dan begitu pula sebaliknya, tidak semua yang tidak kita sukai itu buruk untuk kita.

            Dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 216 disebutkan bahwa :

“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui sesuatu”. (Al-Baqarah: 216)

5. Perbanyak bersyukur

Tidaklah Allah memberikan ujian kepada manusia itu tentunya terdapat hikmah dan pelajaran berharga atasnya, yang tidak pernah manusia sadari bahwa akan terdapat beribu-ribu bahkan berjuta-juta kebaikan yang akan kita dapatkan jika kita menjalani ujian itu dengan penuh rasa syukur dan ikhlas.

Oleh karena itu kita diperintahkan untuk selalu mensyukuri apapun yang Allah berikan, karena Rahmat Allah itu sangatlah luas, bakan jika kita harus membayar berapa banyak terimakasih atau berapa banyak rupiah yang harus kita keluarkan untuk membayar atas oksigen yang setiap saat kita hirup kepada Allah SWT. Tetapi Allah tidaklah butuh itu, Allah hanya ingin manusia mengingatNya, itu saja, tentunya dengan dzikir dan rasa sykur yang tiada berbatas. Karena jika kita bersyukur atas ujian yang kita jalani, Inshaallah Allah akan terus menambahkan nikmat kepada kita. Sesuai dengan janjia Allah yang terdapat dalam Al-quran surat Ibrahim ayat 7

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

6. Perbanyaklah berdoa, karena Allah akan selalu mengabulkan setiap permintaan

Allah sangat senang diminta oleh hambanya, diminta melalui doa-doa hambanya. Karena doa adalah bentuk permintaan terhadap Allah karena kita menyadari bahwa sebagai manusia kita adalah makhluk yang lemah tanpa kekuatan Allah SWT.

Allah akan selalu mengabulkan doa-doa yang kita panjatkan selama doa itu dilakukan dengan keikhlasan, pengharapan dan tata cara yang benar. Pertolongan Allah itu sangatlah dekat, sedekat kita meminta, sedekat kita mengharap. Dan Allah itu sesuai dengan apa yang diprasangkakan hambanya.

Dalam alquran surat Al-Baqarah ayat 186 disebutkan bahwa :

“Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Wahai Muhammad) tentang Diriku, maka jawablah, bahwa Aku ini dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaknya mereka itu memenuhi perintahKu dan hendaklah mereka yakin kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran’

7. Janganlah terlalu berharap pada manusia, bersandarlah hanya kepada Allah SWT

Yakinlah bahwa segala macam kekuatan di bumi dan langit itu adalah kekuatan Allah. Tidak ada kekuatan apapun yang bisa menandingi kekuatan Allah. Maka dari itu hendaklah persandarkan diri kita dan semuanya hanya kepada Allah SWT. Ketika yakin Allah menyelesaikan urusan kita, Inshalaalh semuanya pasti selesai.

Janganlah pernah menyandarkan segala urusan kepada selain Allah, apalagi berharap pada manusia, karena sekuat apapun manusia, tidak ada yang bisa mengubah takdir. Bahkan kekecewaan besar yang akan kita dapat, jika kita berharap kepada manusia.

Ketika kita menyandarkan urusan kita kepada manusia, disanalah dimulainya kisah kekecewaan. Karena manusia tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kekuatan dan izin Allah SWT.

Dalam Alquran surat Al Insyirah ayat 8 disebutkan bahwa :

“Dan hanya kepada Tuhanmulah (Allah SWT), hendaknya kamu berharap”.

8. Janganlah berlarut-larut dalam sedih, karena Allah selalu bersama kita

Ujian atau masalah memang terkadang membuat kita sedih dan terluka, bahkan jika iman tidak menyertai, bisa membuat pikiran menjadi stress bahkan ada yang sampai menjadi gila. Itu semua karena pemikiran kita sebagai manusia yang terbatas dan selalu memandang masalah dari sudut pandang kesulitan berkepanjangan tanpa solusi.

Padahal sesungguhnya, hakikinya Allah memberikan ujian itu untuk menguji tingkat keimanan kita, sehingga ketika Allah berikan ujian, perbanyaklah berdoa dan jangan sampai berlarut-larut memikirkan masalah dan solusinya. Jangan mendahului ranah Allah dalam menyelesaikan masalah. Karena semua masalah itu datangnya dari Allah, dan hendaklah kembalikan semua permasalahan itu kembali kepada Allah yang mempunyai kunci untuk menyelesaikannya.

Tugas kita adalah tingkatkan ketauihidan, keimanan dan sabar disertai dengan Sholat yang baik. Dan janganlah berlarut-larut dalam duka, karena sesungguhnya Allah itu selalu dekat dengan kita. Janji Allah dalam Al-quran surat At-Taubah ayat 40

“Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah selalu bersama kita”

Dan tentunya Jika kita ingin Allah dekat dengan kita, maka kita pun harus mendekatkan diri kepada Allah melalui iman, sabar dan sholat serta selalu sertakanlah Allah di hati dan doa-doa kita.

9. Tingkatkanlah selalu ketakwaan dan bertawakallah

Masalah dihadirkan Allahkepada mnusia hanya sekedar untuk menguji, bukan arena Allah benci atau memurkai. Allah hanya ingin kita menjadi lebih dekat dengannya. Oleh kareina itu selalu lah tingkatkan ketakwaan kita kepda Allah Sanga Maha Pencipta. Dan ketika semua semua usaha sudah kita lakukan sesuai syariat, maka bertawakallah… serahkan semuanya keapda Allah Sang Maha Mennetukan Hasil. Karena apapun hasilnya, itulah yang terbaik dari Allah untuk hidup kita. Akarena Allah Maha Mengetahui apa2 yang akan terjadi pada hidup kita kedepannya.

            Sesuai dengan apa yang dijanjikan Allah dalam Surat At-Thalaq berikut ini :

 “Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)

Allah akan senantiasa bersama kita dan menyertai kita, bahkan Allah kan selalu memberikan hadiah terindah atas semua hasil kerja keras dan pengorbanan disertai tawakkal.

Serahkanlah semua masalah hidup, ujian yang kita hadapi itu kepada Allah. Allahlah yang memberi masalah itu kepada kita, dan Allah pula yang akan menyelesaikannya untuk kita. Tugas kita sebagai manusia adalah menerima dengan rasa syukur, bersabar atas ujian itu dan menyerahkan semua usaha yang sudah kita lakukan hanya kepada Allah.

Bersandarlah hanya kepada Allah… Manusia dikirimkan ke bumi lengkap sepaket dengan ujiannya, oleh karena itu lakukanlah pendaratan atas perjalanan hidup kita hanya kepada Allah.

Semoga kita semua selalu dilimpahkan keberkahan oelh Allah SWT. Inshaallah… Aamiin YRA.

Dewi Triana

Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan

*sedang menempuh program Doctoral

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *