TO BE WISE MAN (PART 3)

Menjadi pribadi yang paling bahagia

Bahagia adalah sebuah kata yang selalu melekat dalam setiap pembicaraan akan harapan-harapan dalam kehidupan manusia. Kata bahagia sendiri terkadang sering kali diucapkan oleh kita, dan merupakan sebuah tujuan yang selalu ingin dicapai dalam kehidupan kita. Akan tetapi sejauh mana manusia mengenal makna dari kebahagiaan itu sendiri ?

Banyak orang yang mendefinisikan kata bahagia berdasarkan asumi-asumsi diri pribadinya, karena memang kebahagiaan itu yang tahu dan merasakan adalah diri pribadi orang tersebut. Sehingga definisi bahagia itu sangat beragam dan tergantung dari sudut pandang seseorang terhadap esensi kebahagiaan itu sendiri.

Menurut pakar ilmu leadership dan happiness, Arvan Pradiansyah mengatakan bahwa kebahagiaan adalah Joyfull anda peacefull, yang berarti kegembiraan dan kedamaian. Orang dikatakan bahagia jika ia bergembira dalam hidupnya, akan tetapi gembira saja itu tidak cukup bisa dikatakan bahwa seseorang bahagia, karena kegembiraan yang dirasakan harus dibarengi dengan kedamaian dalam jiwa dan dirinya.

Sehingga untuk menjadi pribadi yang bahagia, memang diperlukan ilmu untuk mempelajari dan belajar melatih pikiran dan bathin kita untuk menemukan letak kebahagiaan yang sesungguhnya. Karena pada hakekatnya kebahagiaan itu ada di pikiran kita. Jadi jika kita menyeting pikiran kita untuk bahagia, maka hidup kita pasti akan bahagia dengan apapun yang terjadi, akan tetapi jika dalam pikiran kita diseting untuk bersedih, maka kesedihan itu pula yang akan muncul dalam jiwa dan raga kita.

Untuk mempelajari tentang makna kebahagiaan, kita tidak bisa hanya mengandalkan feeling atau perasaan semata, karena untuk mengerti apa itu makna bahagia, terdapat sinkronisasi dari berbagai ilmu yang terkait dan beririsan, diantaranya :

1. Ilmu Psikologi, Ilmu psikologi yang terkait disini adalah tentang Psikologi positif yang berbicara tentang cara bagaimana mencapai kebahagiaan dalanm hidup.

2. Human resources management, dimana dalam ilmu ini pernah diteliti tentang kebahagiaan di tempat kerja, dimana kebahagiaan sebagai sebuah target dan kesuksesan dalam sebuah pekerjaan.

3. Agama, Agama apapun di dunia ini, ujungnya adalah pasti ingin mencapai syurga, dan itu adalah puncak dari kebahagiaan.

4. Filsafat, dalam ilmu filsafat selalu mencari akar dari segala sesuatu, dan ujungnya adalah kebahagiaanlah yang dicari manusia. Sejak zaman Aristoteles sampai dengan sekarang, ilmu filsafat selalu berbicara tentang bagaimana cara manusia menemukan sesuatu dalam dirinya, yang ternyata adalah kebahagiaan.

5. Neuro science, Dalam  ilmu ini menyebutkan bahwa Jika kita berpikir positif, maka neuron2 dalam otak kita akan terhubung dan menghasilkan suatu zat neurotransmitter dimana akan melepaskan zat-zat  yang membuat kita bahagia, seperti zat endorfin, serotonin, Glofamin. Sedangkan jika kita berpikir negatif, maka otak kita akan menghasilkanzat  kortisol yang akan membuat stress dan sedih.

Itulah keterkaitan berbagai macam disiplin ilmu dalam menganalisis dan mempelajari makna dari kata bahagia. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimanakah cara untuk kita bisa berbahagia?

Sesuai dengan apa yang dijelaskan diatas, bahwa bahagia itu adalah ilmu, sehingga jika itu merupakan ilmu, maka bahagia itu bisa dipelajari dan dilatih secara terus menerus. Hal fundamental yang harus kita bangun untuk menjadi pribadi yang bahagia adalah dengan mengelola pikiran kita sendiri. Karena bahagia itu ada di pikiran kita, bukan pada orang lain atau apapun selain diri kita sendiri.  

Oleh karena itu, yuk mulai melatih diri kita untuk menjadi pribadi yang bahagia dengan cara :

1. Perbanyak tersenyum bahkan tertawa

Menurut sebuah studi, dikatakan bahwa anak-anak tertawa bisa sekitar 200 kali perhari, sedangkan orang dewasa bisa tertawa 15 kali perhari. Hal ini dikarenakan sebagai orang dewasa, pikiran kita sudah banyak terkontaminasi dengan permasalahan-permasalahan hidup serta pengalaman. Sehingga intensitas tertawa kita sebagai orang dewasa lebih kecil dibandingkan dengan anak-anak yang pikirannya belum terkontaminasi atau memikirkan permasalahan hidup atau pengalaman apapun.

Tetapi walau demikian, mencoba untuk berlatih tertawa sangatlah membantu kita untuk bisa mencapai kebahagiaan, atau setidaknya jika kita belum bisa tertawa, cobalah untuk bisa tersenyum kepada siapa saja sebagai stimulus untuk mendapatkan hati dan pikiran yang bahagia.

Karena menurut sebuah studi, kita akan merasa lebih baik saat kita tersenyum atau bahkan tertawa. Karena dengan senyuman atau tertawa ternyata bisa mengurangi tingkat stress dalam hidup kita.

2. Selalu bersyukur atas hidup kita

Menurut sebuah studi, bersyukur merupakan salah satu cara untuk dapat meningkatkan rasa bahagia dan melindungi kita dari stres, kecemasan, depresi dan hal-hal negatif.

Dengan perbanyak bersyukur, kita akan lebih bisa fokus pada hal-hal baik yang terjadi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan rasa syukur kita, cobalah mulai merenungi apapun yang telah Tuhan anugerahkan untuk diri kita, untuk hidup kita. Kita diberikan fisik yang sempurna, diberikan nafas, udara, air, serta banyak kenikmatan yang tidak pernah kita sadari bahwa itu semua adalah anugerah Tuhan yang tiada terkira. Mulailah coba menuliskan satu persatu nikmat Tuhan yang telah diberikan untuk kita, agar kita selalu sadar dan selalu mensyukuri itu semua.

Dengan bersyukur maka tak akan ada apapun yang kita lihat selain nikmat dan kebaikan. Dan jika kita sudah mensyukuri nikmat yang Tuhan beri, maka tak akan ada rasa sedih, cemas atau khawatir apapun. Karena semuanya bukalah milik kita, tapi semuanya adalah pemberian Tuhan. Maka bahagia itu akan tumbuh dengan mensyukuri semua nikmat Tuhan.

3. lakukan hal-hal yang baru

Terkadang, berkurangnya rasa bahagia dalam diri kita dikarenakan kita mulai bosan dengan rutinitas yang kita lakukan dengan menoton. Sehingga kita merasa sangat jenuh dan tidak bahagia. Oleh karena itu cobalah untuk melakukan hal-hal baru yang lebih baik dan lebih positif dalam hidup kita.

Mengubah kebiasaan yang dirasa begitu-begitu saja tak ada perubahan dengan kegiatan yang lebih kreatif dan menantang serta tentunya bernilai positif untuk pengembangan diri kita.

Ketika kita melakukan hal yang baru dan memperhatikannya dengan intensif, maka kita akan terfokus pada saat ini sehingga perasaan bahagia dalam diri kita bisa lebih meningkat. Mulailah dengan sesuatu yang sederhana, misanya dengan bepergian ke tempat baru, melakukan aktivitas baru yang lebih positif dan menyenangkan.

4. Nikmatilah masa ini

Seringkali kita terjebak pada mengingat-ngingat masa lalu yang terkadang kurang baik dan membuat hati kita terbawa emosi sedih dan kecewa, atau juga terjebak pada harapan-harapan masa depan yang belum tentu akan terjadi dan bahkan malah menjebak diri kita pada kekhawatiran yang luar biasa akan masa depan yang belum pasti. Dan hal inilah yang menyebabkan kebahagiaan di dalam diri kita berkurang.

Stop berpikiran terlalu overthingking terhadap apapun yang belum terjadi dan stop juga mengingat-ngingat masa lalu yang tidak mengenakan. Masa lalu cukup dijadikan pembelajaran dan masa depan cukup dijadikan gambaran agar masa ini kita bisa berusaha semaksimal mungkin melakukan hal yang terbaik.

Nikmati masa saat ini, hiduplah dimasa ini, karena yang kita lakukan saat ini, itulah yang betul-betul sedang kita jalani dan nikmati. Nikmati proses hidup mengalir apa adanya.

Jalani, Nikmati dan syukuri… karena “Bahagia itu bukan berbicara tentang nanti, tetapi tentang sekarang juga”

Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan memberikan inspirasi baru buat para pembaca semua untuk meningkatkan kualitas kebahagiaan diri kita yang sesungguhnya.

dewi triana bandung

Dewi Triana
Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan
*sedang menempuh program Doctoral

*sedang menempuh program Doctoral

0 comments on “TO BE WISE MAN (PART 3)Add yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *