Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin… antara Takdir dan Harapan

Wanita dengan segala macam kehidupan dan problematika yang dihadapi, terkadang menyisakan sejumlah pertanyaan. ketika kita dihidupkan dengan tanggungjawab dan amanah yang luar biasa sebagai seorang perempuan, dimana kita berdiri dengan sembilan perasaan dan satu akal. sementara di luar sana kita sebagai wanita dituntut untuk bisa berlaku dan berjuang untuk kehidupan layaknya sebagai mana pria. apa yang bisa kita lakukan?

Sebetulnya ketika kita dihidupkan dengan takdir yang melekat, itulah sebetulnya milik kita, hak kita dan porsi yang Allah beri untuk kita. permasalahannya terkadang apa yang kita harapkan dengan takdir di masa depan terkadang berbeda dengan kenyataaan takdir yang diperoleh… bukan tanpa alasan Allah SWT memberi kita takdir yang tidak sesuai dengan harapan kita sebagai manusia, pasti ada rencana Allah yang terbaik dibalik itu semua…

Tantangannya adalah bagaimana kita menyikapi hal-hal yang tidak kita harapkan itu terjadi, bahkan mengubah sesuatu yang tidak kita sukai menjadi hal yang membangkitkan semangat dan motivasi kita untuk terus menghadai hidup bahkan menikmatinya dan mensyukurinya…

Wanita dengan problematika yang dihadapi, yang menutut kita berlaku bijaksana like a “Wise Woman”. to be a “Wise Woman” merupakan sebuah padana kata yang terkadang sangat gampang diucapkan, akan tetapi sulit sekali dilaksanakan. karena kita wanita, terkadang ketika menghadapi perosalan hidup selalu mengedepankan emosi ketimbangan akal sehat. Disinilah porsi logika, panduan moral dan barir religi perlu di padu padankan untuk menjadi pondasi kita sebagai wanita menghadapi segala macam problematika hidup.

Ada beberapa hal yang bisa saya sarankan kepada teman-temanku sesama wanita yang baik hatinya dan di muliakan oleh Allah SWT ketika kita dihadapkan dengan takdir dan problematika hidup, diantaranya melaui :

  1. Kepercayaan (Believing)

Sebagai wanita yang beragama dan beriman, kita harus percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT memiliki rencana yang terperinci dan terbaik untuk semua hambaNya, termasuk kita kaum perempuan. Manusia wajib percaya bahwa Allah tidak akan memberikan takdir baik itu takdir baik maupun buruk tanpa menyimpan hikmah di baliknya. Percaya adalah kunci utama dari ketenangan hati. Jika percaya akan rencana Allah SWT yang terbaik maka tidak akan ada khawatir ataupun rasa sedih dalam cara menyikapi takdir Allah dan merupakan cara meningkatkan akhlak sebagai umat mukmin.

2. Yakin dengan kebenaran takdir (Sure of the Truth destiny)

Kita sebagai wanita beriman tidak boleh ragu akan takdir Allah, wajib untuk membenarkan bahwa Allah tidak pernah merencanakan sesuatu tanpa hikmah yang mulia dan tanpa rencana yang lebih indah ke depannya. KIta sebagai manusia harus membenarkan bahwa hidup selalu berputar, sikapi takdir Allah dengan cara membenarkannya baik itu takdir baik ataupun takdir buruk sebab hal demikian termasuk keutamaan berbaik sangka kepada Allah.

3. Tawakal

Cara menyikapi takdir Allah yang terbaik adalah dengan bertawakal, yaitu dengan berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT dalam menghadapi atau menunggu harapan di waktu terbaik yang ditentukan olehNya.
Tawakal bukan hanya menyerah dan berdiam diri saja, tetapi wajib disertai dengan usaha yang sungguh sunguh untuk mengubah keadaan atau takdir yang dialaminya. Wajib selalu percaya bahwa Allah SWT akan memberikan segalanya yang terbaik sesuai usaha yang dilakukan hamba Nya. Jika berusaha baik, maka akan menerima hasil yang baik, jika belum mendapatkan hasil yang diinginkan, tetap wajib terus berusaha dan berdoa.

4. Instrospeksi diri (self introspection)

Kita sebagai wanita tentu pernah berbuat kesalahan baik secara sadar maupun tidak sadar, contohnya ialah sudah mengetahui tentang perbuatan yang termasuk dosa tetapi tetap melakukan perbuatan tersebut, akibatnya takdir Allah akan mengikuti sesuai perbuatan yang dilakukan. Oleh karena itu kita, kita sebagai wanita dituntut selalu untuk mengintrospeksi diri kita, mengevaluasi diri kita agar kita mengetahui hal-hal mana saja yang salah dalam diri kita dan berusaha mengubahnya menjadi lebih baik. tidak pernah ada kata terlambat dalam memperbaiki diri. Be Positivelly for the future…

5. Mohon rahmat dan pertolongan Allah SWT

Cara menyikapi takdir ialah dengan memohon rahmat Allah agar mendapat hikmah yang  terbaik dan diberi takdir yang lebih baik pula ke depannya. Allah maha pemurah, setiap manusia yang memohon dengan kesungguhan pasti akan dikabulkan.
Takdir ialah bagain dari kuasa Allah, untuk menghadapinya sebagai makhluk yang lemah wajib untuk memohon pertolongan Allah agar dapat menjalani dan mengambil keputusan sesuai petunjukNya.

Wanita teman-temanku yang baik hatinya dan di muliakan Allah SWT. selalu berpikiran lah yang positif atas segala sesuatu yang terkjadi pada diri kita. MAsa depan terbaik akan selalu menunggu kita, sambutlah ia dengan lepang dada dan hati ikhlas. semoga kita semua di rahmati Allah SWT…

Takdir terbaik akan selalu menunggu kita semua dan ikhlaskan lah takdir yang tidak sesuai dengan harapan kita, karena itu merupakan batu pijakan untuk kita melangkah dalam hidup selanjutnya… harapan selalu ada bagi ia yang mau berusaha mengubah mindset terhadap takdir kita… menjadikan kesusahan sebagai ladang amal dan mengubah kegundahan menjadi sebuah anugerah kenikmatan…

“Daun yang jatuh tidak pernah penah membenci angin, ia mengikhlaskan semuanya…”

dewi triana bandung

Dewi Triana

Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan

*sedang menempuh program Doctoral

Kartini tanpa tanda jasa…

Wanita… tatkala kita membahas tentang wanita, buah karyanya juga sepak terjangnya, terkadang tak ada habis-habisnya. Perjuangannya yang banyak terdengar bukan hanya di bidang-bidang kajian intelektual tetapi bahkan dalam kehidupan-kehidpan sederhana. Jika kita melihat fenomena sekarang ini, banyak kaum wanita yang bekerja melebihi batas kemampuan hakikinya sebagai wanita, bekerja siang malam untuk mencari rezeki hanya untuk keberlanjutan hidup anak-anaknya, banyak wanita yang berprofesi sebagaimana layaknya seorang pria, mulai dari menjai supir ojek online, berjualan keliling membawa pikulan berat, bahkan pekerjaan-pekerjaan lain yang bukan selayaknya patut dikerjakan seorang wanita. tetapi wanita melakukannya… bukan tanpa alasan, bukan tanpa adanya keinginan mandapatkan yang lebih baik… tetapi karena tuntutan kebutuhan anak-anaknya, hidup putra-putrinya, dan masa depan mereka kelak.

Lantas pertanyaannya… dimanakah laki-laki berada???

Pertanyaan yang tidak pernah ada jawaban selama ini, tidak menyalahkan kaum laki-laki atas nama suami. begitu peliknya kehidupan yang dihadapi… berbagai alasan muncul sehingga peran suami atas keidupan kita kaum kartini tidak ada lagi… entah dimana dan harus menyalahkan siapa… tapi ini fenomena dan takdir yang harus dihadapi.

banyak wanita-wanta indonesia kini menjadi kartini yang sesungguhnya, bertanggungjawab penuh atas kehidpan keluarga, putra-putrinya dan bahkan ia tidak peduli lagi dengan diri dan keselamatannya. Pulang larut malam hanya untuk mencari kehidupan buat keluarga dan anak-anaknya. untuk keberlajutan hidup keluarganya…

jika dunia tau apa yang ada dihati kami, wanita pejuang…Kami sebetulnya tidak mau seperti ini, yang kami mau sebenarnya kembali menjalani fungsi sebagai istri dan ibu yang bisa full mengurus rumah dan anak-anak. mempersiapkan mereka menjadi seseorang yang luar biasa di masa depan. Tetapi angan-angan dan keinginan itu kami hempaskan karena ada tuntutan lain yang harus kami penuhi, kami harus mampu berjuang dan berperan sebagai ayah dan ibu sekaligus dalam mencari penghidupan, jika kami tidak melakukan ini… bagaimana kehidupan anak-anak kami nanti… mungkin itu jeritan yang ada di hati perempuan Kartiniku tanpa tanda jasa.

Wanita pejuang… bersyukurlah dengan keadaan dan nikmatilah setiap detik perjuanganmu… Tuhan yang akan memperhitungkan keringatmu, bukan lagi manusia. Tuhan tahu sebsar apa perjuangannu, beban dihatimu bahkan setiap tetesan keringat bercampur tangismu akan Tuhan ganti bahkan sangat berlebih… selalu yakin akan itu…

Wanita pejuang… bebesar hatilah dengan apa yang sudah kamu lakukan, tanganmu akan menjadi saksi atas keberhasilan putra putrimu, atas kesahajaan keluarga kecilmu dan Tuhan akan ganti itu semua dengan sangat berlebih… selalu yakin akan itu…

Wanita pejuang… setiap jeritan batinmu, tetesan airmatamu adalah bukti atas semua pahala dan imbalan dari Tuhan… jangan pernah meyerah dengan keadaan, dengan takdir apapun itu dan berbesar hatilah… ketika kita mampu menaklukan itu semua, disana telah menunggu keberhasilan putra-putrimu menyambutmu dengan tangan kesuksesan dan kegembiraan di masa tuamu…

jangan menuyerah wanita pejuangku… Kartini tanpa tanda jasa

dewi triana bandung

Dewi Triana

Guru, dosen, blogger, penulis lepas, dan pemerhati pendidikan

*sedang menempuh program Doctoral